membangun startup

10 Langkah Membangun Startup Dari Nol Hingga Sukses

Posted on

Membangun Startup – Jika jawabannya ya, maka kamu perlu memiliki ide dan mewujudkannya dengan mendirikan perusahaan startup. Bagi yang belum pernah berbisnis, mendirikan perusahaan memang terdengar bombastis.

Tapi keberhasilan anak muda yang membuat perusahaan rintisan dan mengembangkannya menjadi perusahaan raksasa bisa menjadi inspirasi.

Kamu pasti sudah familiar dengan kisah sukses Bukalapak, Tokopedia, Gojek, dan Traveloka. Keempat perusahaan anak bangsa ini sekarang sudah menjadi unicorn atau perusahaan dengan nilai valuasi lebih dari 1 Miliar Dollar AS.

Tidak hanya terkenal di dalam negeri. Keempat unicorn tersebut sangat masyhur hingga ke luar negeri. Buktinya, ada banyak perusahaan besar luar negeri yang berinvestasi di startup asal Indonesia tadi.

Nah cerita sukses mereka tadi menjadi inspirasi banyak orang untuk membuat startup. Dan sebenarnya tidak sulit membuat perusahaan rintisan.

Yang susah adalah mempertahankan dan mengembangkannya. Karena ada banyak juga perusahaan rintisan yang awalnya didirikan dengan penuh semangat, tapi berakhir dengan kegagalan.

Cara membangun startup

membangun startup

Namanya juga perusahaan rintisan. Maka diperlukan kerja keras, komitmen, dan bahkan jatuh bangun, sebelum benar-benar berhasil. Dan begitu perusahaan kamu terbang tinggi, kamupun harus terus bekerja keras agar tetap survive.

Nah bagi kamu yang bercita-cita membuat perusahaan startup, ada baiknya perhatikan 10 langkah membangun startup berikut ini.

1. Mimpi besar

Mimpi menjadi salah satu yang sangat penting dalam perjalanan hidup ketika membangun startup. Begitu juga bagi kamu yang ingin memulai usaha. Walau harus memulai dari startup kecil-kecilan, tapi kamu tetap harus menjaga mimpi besar.

Dengan mimpi besar ini, arah dan tujuan usaha menjadi lebih jelas. Kamu juga akan lebih termotivasi untuk mewujudkan. Mimpi menjadi kekuatan ekstra untuk meraih yang terbaik.

Semua energi dan waktu yang ada akan dikerahkan untuk mencapai tujuan bisnis. Sekecil apapun aktivitas bisnis yang dilakukan, ia akan ikut membangun bangunan bisnisnya. Dengan begitu, kamu menjadi lebih dekat dengan sukses.

Nah kalau mimpi saja tidak punya, maka seseorang akan kebingungan menjalani bisnis. Karena dia tidak memiliki arah yang hendak dituju.

2. Berteman dengan pengusaha

Agar berhasil dalam membangun startup, ada baiknya belajar dari pengusaha sukses. Sebisa mungkin kamu bisa mendapat pengusaha yang mau dijadikan mentor. Sehingga membuat kamu bisa belajar langsung.

Mentor bisnis akan berperan seperti seorang pemandu bagi orang yang baru pertama kali mendaki gunung. Kamu mungkin sudah dibekali peralatan navigasi dan pengetahuan medan, tapi seringkali medan yang sebenarnya jauh lebih berat.

Dengan mentoring sejak awal mendirikan usaha, kamu akan mendapat banyak tambahan informasi dan pengetahuan. Mulai dari menyusun perencanaan, menangani operasional perusahaan, hingga bagaimana memenangkan pasar.

Seorang mentor akan memberi tahu apa saja yang harus disiapkan dalam bisnis. Dan ada banyak pebisnis sukses yang mengawali proses belajar dengan mentoring.

Kalau kamu tahu kesuksesan Air Asia yang dipimpin Tony Fernandes, ternyata tidak lepas dari mentoring yang dilakukan Richard Branson (Pendiri Virgin Groups).

Pengalaman yang dimiliki sang mentor ternyata sangat besar pengaruhnya bagi kesuksesan seorang enterpreneur.

Baca Juga  Meeting Room Surabaya Cocok untuk Milenial Rapat

3. Temukan ide

Seperti halnya penyair yang ingin menulis puisi di atas kertas, pengusaha juga butuh ide bisnis yang akan dijalani. Jangan pernah menganggap remeh ide, karena ide ini sangat menentukan kesuksesan bisnis startup.

Dengan ide bisnis yang tepat, kita bisa lebih fokus dalam menjalankan. Dan kalau bisnis dilakukan dengan sepenuh hati, hasilnya akan maksimal

Lalu bagaimana cara memperoleh ide bisnis?

Ide bisnis sebenarnya bisa datang kapan saja tanpa diduga. Seperti halnya pengusaha sari buah apel yang mendapat ide setelah melihat buah apel jatuh ke tanah lalu dimakan burung.

Karena tidak ingin buah apel jatuh sia-sia, maka terbetik ide membuat bisnis sari buah apel. Inilah yang disebut ide orisinal dan tidak meniru gagasan orang lain.

Tapi kita tidak bisa selalu menunggu ide yang tidak disangka-sangka. Tapi harus dicari dan dipikirkan.

Salah satu cara mencari ide bisnis dengan melihat masalah yang ada di kehidupan sehari-hari. Coba sekali-kali menanyakan masalah dari orang-orang di sekitar kamu. Adanya masalah justru menantang untuk dicarikan solusi dan menjadi peluang usaha.

Cara lain dan ini lumayan mudah, adalah dengan menduplikasi kesuksesan usaha orang lain. Walau meniru, tapi tidak harus membuat bisnis yang sama persis.

Kamu bisa mengamati lalu membuat perubahan agar bisnis yang dijalani memiliki keunikan. Bahkan bisa lebih baik lagi.

4. Buat perencanaan

Setelah mencetuskan ide, kita perlu membuat rencana untuk mewujudkannya. Jadikan rencana usaha atau business plan sebagai prioritas pertama, karena akan menjadi panduan langkah selanjutnya.

Biasanya perencanaan berisi strategi selama 3 atau 5 tahun pertama bisnis. Atau bisa juga dengan membagi menjadi rencana jangka pendek, menengah, dan panjang. Kamu bisa mencantumkan ringkasan singkat mengenai tujuan, visi, misi, dan bisnis.

Kalau ingin lebih detail, bisa ditambahkan mengenai rencana pengembangan bisnis, analisa risiko, strategi pemasaran, keuangan dan pengembalian modal, dll.

Buatlah rencana dengan detail dan selengkap mungkin. Dengan perencanaan yang lebih terarah, semakin mudah untuk menjalankan roda perusahaan.

Perencanaan yang tepat juga akan memberikan keuntungan di masa depan. Sangat berisiko kalau kamu memulai bisnis tanpa perencanaan.

5. Tentukan target pasar

Aktivitas marketing bisa dibilang menjadi nyawa perusahaan. Dari marketinglah perusahaan mendapat pemasukan dan mampu menjalankan aktivitas bisnisnya. Nah agar perusahaan bisa mendapat hasil maksimal, pasti memerlukan strategi marketing yang jeli.

Tapi nyatanya ada banyak startup yang kebingungan memasarkan produknya. Biasanya mereka asyik dengan pengembangan produk tapi tidak tahu harus menjual kemana.

Karena itu penting bagi startup yang baru berdiri untuk menentukan target pasar yang ingin dimasuki. Hal ini agar kamu bisa memasarkan produk di tempat yang tepat.

Semakin baik kamu memahami pasar, maka semakin cepat pula usaha berkembang. Sebaliknya, salah menilai pasar bisa membuat startup kamu berhenti di tengah jalan.

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pengusaha startup pemula adalah hanya melihat besarnya pasar yang ada saat ini. Tapi tidak berpikir apakah pasar ini bisa bertahan lama atau tidak.

Padahal sebagai entrepreneur seharusnya bisa memulai startup dengan tujuan jangka panjang. Bisa jadi pasar yang ada saat ini belum terlalu besar, tapi tetap berprospek kalau ternyata masih bisa berkembang di masa depan.

Nah untuk menentukan target konsumen, kalian perlu melakukan mapping konsumen berdasar lokasi, jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, dll.

Setelah menentukan konsumen, kamu bisa melakukan survey apakah produk benar-benar dibutuhkan konsumen. Cobalah memberi kesempatan pada calon konsumen untuk tes produk. Kamu bisa memanfaatkan bazar untuk tes produk sekaligus promosi.

Nah setelah mengetahui hasil survei, kamu bisa menentukan apakah pangsa pasar tersebut berprospek cerah atau tidak. Jangan sampai kamu mengeluarkan produk untuk konsumen yang salah.

Baca Juga  Pilihan Nyaman Bekerja di Coworking Space Surabaya

6. Membangun bisnis step by step

Banyak ide bisnis atau proposal yang gagal terwujud hanya karena tidak berani memulai. Sebagus apapun rencana yang disusun, tidak akan bermanfaat kalau kamu tidak berani mewujudkannya.

Karena itu keberanian sangat penting dalam membangun startup, bahkan lebih penting daripada rencana bisnis itu sendiri. Padahal kekuatan mental itu nomor satu dalam memulai usaha.

Dan memulai bisnis startup sebenarnya tidak perlu ribet-ribet. Jangan jadikan keterbatasan dana sebagai alasan. Kalau kamu sudah memiliki ide dan rencana yang matang, saatnya untuk memulai. Jangan sampai ide kamu hanya berhenti sebagai ide saja.

Lakukan apa yang bisa dilakukan. Misalnya saja dengan mulai membangun website sederhana. Adanya website membuat calon konsumen mulai mengenal bisnis kamu.

Bahkan kamu juga bisa mulai mendapat penghasilan dari website. Seiring bertambahnya waktu, kamu bisa mengembangkan website menjadi lebih kompleks.

Kalaupun tidak punya modal untuk menyewa kantor, kamu bisa bekerja dari rumah atau menyewa coworking space. Bekerja di coworking space, kamu akan bertemu dengan pebisnis muda lainnya.

Nah kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk bertukar ide, pengetahuan, maupun pengalaman. Tak jarang masalah bisnis bisa dipecahkan dengan ide yang didapat dari sesama pengguna coworking space.

membangun startup

7. Dapatkan dana

Ada dua cara memulai bisnis startup. Yang pertama kamu melakukannya sendiri, semua risiko dan tanggung jawab ada di tanganmu.

Tapi menggunakan modal sendiri seringkali tidak cukup untuk mengembangkan startup. Sehingga kamu perlu menggunakan cara kedua, yaitu dengan menemukan investor yang mempercayakan investasinya kepada perusahaanmu.

Ada cara lain tapi tidak disarankan, yaitu dengan mengajukan pinjaman ke bank. Tapi dengan bunga bank yang sangat tinggi, bisa jadi kamu akan keberatan membayar cicilan per bulannya.

Pada akhirnya, cara kedua ini menjadi solusi terbaik. Karena kamu hanya perlu membayar bagi hasil ke investor. Tapi tidak terbebani dengan bunga bank yang mencekik.

Tapi mencari investor jelas bukan pekerjaan mudah. Mereka akan berhati-hati dalam berinvestasi di perusahaan yang belum dikenal.

Nah disinilah akan diuji kemampuan negosiasi dengan calon investor. Kamu harus menyampaikan presentasi yang meyakinkan agar mereka bersedia diajak kerjasama.

Jelaskan semua hal tentang bisnis yang sedang kamu bangun. Visi, misi, model bisnis, produk, peluang market, dll. Termasuk juga potensi keuntungan dan perkiraan return of investment (ROI) yang didapat investor.

Cara lainnya membangun startup dengan ikut kompetisi startup yang sering diadakan pemerintah maupun pengusaha swasta. Kalau ide startup kamu menang, maka akan mendapat uang tunai yang bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis.

Tidak hanya mendapatkan hadiah uang, ajang kompetisi bisa digunakan untuk berkenalan dengan pengusaha atau investor lain. Seringkali para pebisnis muda mendapat saran dan solusi yang bermanfaat bagi bisnis mereka.

8. Temukan tim terbaik

Seperti orang yang mau menyajikan makanan, kuncinya ada di dapur. Begitu juga dengan startup, membentuk tim terbaik dan solid akan menjadi kunci sukses startup. Tim-lah yang menyiapkan semua sebelum disajikan ke konsumen.

Dan target besar hanya bisa dicapai kalau kita bekerja dengan orang-orang terbaik dan ada kesamaan visi.

Kemampuan founder memang penting, tapi tidak akan berarti banyak tanpa orang-orang hebat di sekelilingnya. Karena tim yang akan mengeksekusi semua rencana perusahaan. Jadi semakin tinggi kualitas tiap anggota tim, maka semakin besar pula kesempatan startup untuk sukses.

Sedangkan visi yang sama tidak harus selalu tanpa perbedaan. Tapi memiliki arah yang sama dalam membesarkan startup. Jadi sebelum merekrut pegawai, ada baiknya kamu menemukan rekan yang sevisi.

Lalu bagaimana cara membentuk tim yang solid?

Salah satu kuncinya ada pada perekrutan atau pemilihan personel. Akan lebih baik kalau kita memilih orang yang sudah kita kenal dan diketahui kualitasnya. Jika kita sudah tahu keahlian yang dimilikinya, maka lebih mudah untuk percaya dan bekerja sama.

Kalau ternyata tidak bisa mencari sendiri, tidak ada salahnya untuk minta referensi dari orang yang dikenal. Setelah itu, kamu bisa bertemu dan diskusi langsung dengan kandidat. Melalui diskusi ini bisa diketahui apakah kandidat sesuai dengan yang kamu cari.

Jangan lupa juga untuk menjelaskan kultur perusahaan sejak proses perekrutan. Sehingga kamu benar-benar mendapat personel yang memiliki tujuan sama dalam membangun perusahaan.

9. Menjaga kualitas produk

Promosi dan marketing yang hebat saja tidak cukup dalam membangun startup. Tapi kamu juga harus memiliki kualitas produk yang bagus. Tidak hanya itu, produk dan jasa yang ditawarkan juga memberi manfaat dan dibutuhkan konsumen.

Sebaliknya, kalau produk yang ditawarkan tidak gagal memenuhi harapan konsumen, maka mereka akan kecewa dan kehilangan kepercayaan. Jadi jaga kepercayaan dengan produk berkualitas baik.

Nah bagaimana agar tahu penilaian konsumen terhadap produk kita?

Ada pepatah pelanggan adalah raja. Maka dalam bisnis tidak ada istilah pelanggan yang salah, pelanggan selalu benar.

Karena itu, mintalah feedback dan dengarkan suara mereka. Saran, nasihat, keluh kesah, dan masukan konsumen sangat berharga dalam memajukan produk kita.

Kalau ada konsumen yang memberi masukan, berarti mereka peduli. Itu menunjukkan konsumen memerlukan produk kita, hanya saja mereka menginginkan kualitas yang lebih baik.

Adanya kritikan juga membuat kita terus terpacu untuk berkembang. Jadikan komentar negatif untuk terus berbenah.

Kalau kita memperbaiki diri, konsumen akan merasa puas dan terus percaya dengan produk yang kita tawarkan. Dan bukan tidak mungkin, mereka akan merekomendasikan produk kita ke orang lain.

Baca Juga  Pengertian dan Belajar Digital Marketing

10.Jaga loyalitas konsumen

Membangun startup bisa dilakukan dengan menjaring pelanggan baru. Menjual produk ke pelanggan baru juga terasa asyik dan lebih menantang.

Tapi jangan pernah lupa dengan program perusahaan untuk menjaga loyalitas konsumen lama. Karena kepuasan pelanggan lama sangat penting bagi kelanggengan startup kita.

Konsumen memang memiliki kecenderungan bertahan pada satu produk yang cocok untuk dirinya. Tapi bukan berarti kita membiarkan konsumen lama.

Justru perusahaan perlu memberikan berbagai program agar pelanggan tetap menggunakan produk kita dan tidak lari ke produk lainnya.

Ada banyak cara untuk menjaga loyalitas pelanggan. Salah satunya dengan memberikan perhatian secara personal. Misalnya dengan bertanya kabar serta menanyakan apakah puas dengan produk kita.

Cara lainnya dengan menawarkan program simbiosis mutualisme. Contohnya dengan menawarkan kartu anggota dan memberi diskon khusus atau bonus bagi pemegang kartu anggota tersebut.

Dan kalau ada konsumen yang sangat loyal, tidak ada salahnya juga menjadikan mereka sebagai promotor bisnis kita. Misalnya dengan membuat program reseller.

Konsumen setia pasti sudah sangat kenal produk kita, sehingga tidak kesulitan menjelaskan produk ke pelanggan baru. Dengan cara ini, perusahaan mendapat pelanggan baru, sementara konsumen akan mendapat reward.

Bayangkan kalau pelanggan lama kita memiliki koneksi luas dan mampu menjual banyak, sudah pasti memberikan keuntungan signifikan bagi perusahaan.

Membangun perusahaan startup memang tidak mudah. Semoga 10 langkah ini menjadi membantu kalian membuat perencanaan yang lebih matang dalam membangun startup.

(Visited 13 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *