kursus desain grafis

Pengertian dan Keuntungan Kursus Desain Grafis

Posted on

Selain kursus bahasa asing, salah satu kursus yang kini sedang populer adalah kursus desain grafis. Belajar desain melalui kursus desain banyak diminati oleh anak muda di kota-kota besar, misalnya kursus desain grafis Jakarta. Namun, sebenarnya apa itu desain grafis dan kenapa harus kursus untuk mempelajarinya?

Pengertian Desain Grafis

Desain grafis atau dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai rancang grafis adalah sebuah proses komunikasi yang menggunakan elemen visual. Elemen visual yang dimaksud adalah seperti tipografi, fotografi, dan ilustrasi.

Hal-hal tersebut digunakan untuk menciptakan sebuah persepsi dari suatu pesan yang ingin disampaikan. Desain grafis umumnya memerlukan proses atau keterlibatan dari komunikasi visual dan desain Komunikasi.

Beberapa contoh yang umum aja dari pekerjaan desain grafis adalah seperti desain perusahaan, desain editorial dalam majalah atau surat kabar, periklanan, dan kemasan produk. Namun, hasil kerja dari desain grafis sebenarnya semakin tidak terbatas di tengah kemajuan teknologi internet saat ini.

Baca Juga  Kursus Motion Graphic Serpong

Peralatan dan Media yang Digunakan dalam Desain Grafis

Secara konvensional, seorang desainer grafis umumnya harus memiliki teknologi komputer atau semacamnya untuk menghasilkan karya. Namun, dalam prinsip utamanya, peralatan utama yang dibutuhkan dalam desain grafis adalah pikiran atau ide.

Hubungan yang erat antara desain grafis dan komputer serta software desain grafis saat ini sebenarnya beru terjadi pada pertengahan 1980-an. Peralatan komputer memungkinkan desain grafis dapat merancang atau menghasilkan sesuatu yang lebih terukur dan tidak memerlukan banyak peralatan lain. Software yang umum digunakan untuk desain grafis adalah sebagai berikut.
1. Adobe Photoshop
Software ini digunakan dalam pengeditan atau pembuatan manipulasi gambar. Apabila menggunakan perangkat lunak ini, maka lazimnya seorang desainer grafis juga akan menggunakan peralatan fotografi digital.

2. Adobe Illustrator
Perangkat lunak ini digunakan untuk menangani pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan vektor. Vektor yang diolah menggunakan aplikasi ini adalah vektor yang berhubungan dengan karakter dan bukan benda-benda simetris.

3. Corel Draw
Hampir sama dengan Adobe Illustrator, software Corel Draw juga digunakan untuk mengolah seni desain grafis dalam bidang vektor. Perbedaannya adalah pada jenis objek olahan yang lebih lazim mengenai bidang simetris, bukan karakter.

4. Adobe Dreamweaver
Program aplikasi ini adalah perangkat lunak yang umumnya digunakan untuk menyunting halaman website. Adobe Dreamweaver adalah pembaruan dari program Macromedia Dreamweaver.

5. Adobe Flash Adobe Flash Adobe Flash
Jika beberapa program seperti Adobe Illustrator dan CorelDRAW digunakan untuk membuat vektor dalam bentuk gambar, maka software Adobe Flash adalah program yang digunakan untuk membuat vektor dalam bentuk video.

6. Adobe After Effect
Perangkat lunak yang digunakan untuk mengerjakan seperangkat audiovisual ini adalah perangkat yang lebih kompleks dibandingkan Adobe Flash. Dalam program Adobe After Effect, pengguna tidak hanya dapat membuat vektor dalam bentuk video, tetapi juga dapat memadukannya dengan video berbasis bitmap.

7. Google Sketch Up
Perangkat lunak yang terhitung baru muncul ini adalah salah satu perangkat lunak yang cukup menyita perhatian dan menjadi pembaharuan di dunia desain grafis. Program aplikasi ini dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis model, yang bahkan dapat digunakan di Google Earth.

Software ini jelas menjadi pembaruan jauh atas software yang sebelumnya terkenal dan menguasai pasar, yaitu AutoCAD. Meskipun begitu, tidak semua perangkat keras dapat menerima Google SketchUp sehingga Autocad masih menjadi andalan.

kursus desain grafis

Beberapa perangkat lunak lain yang banyak digunakan adalah seperti:
8. Adobe Indesign
9. GIMP
10. Inkscape
11. Macromedia Freehand
12. Adobe image ready
13. Adobe Page Maker
14. Paint Tool SAI
15. Webdesign
16. Microsoft Frontpage
17. macromedia firework
18. Audiovisual
19. Adobe Premier
20. Final Cut
21. Ulead Video Studio
22. Magic Movie Edit Pro
23. Power Director
24. Rendering 3 Dimensi
25. 3D StudioMax
26. Cinema 4d
27. Maya
28. Light Wave
29. Blender
30. Softimage
31. Malcolm

Walaupun begitu, desain grafis atau pekerjaan-pekerjaan yang bersangkutan dengan desain grafis dapat tetap diselesaikan menggunakan tangan.

Baca Juga  Pengertian dan Belajar Digital Marketing

Belajar Desain Grafis

Belajar desain dapat dilakukan secara otodidak, asalkan memiliki perangkat lunak dan perangkat keras yang sesuai. Namun, untuk mendapatkan kemampuan yang profesional, tentu kita harus mengikuti kursus desain grafis.

Sebelum memutuskan apakah akan belajar desain melalui kursus desain atau belajar secara otodidak, ketahui beberapa hal yang harus dipelajari berikut ini.

1. Keterampilan seni visual
Seseorang yang ingin belajar desain harus memiliki keterampilan seni visual. Di dalam keterampilan ini terdapat kualifikasi kemampuan seperti fotografi dan digital imaging.

2. Keterampilan tipografi
Tipografi adalah seni merancang, menyusun, dan memodifikasi huruf sedemikian rupa sehingga terlihat menarik. Beberapa perlakuan yang dilakukan pada huruf dalam keterampilan tipografi adalah seperti mengatur ukuran huruf, jenis huruf, tracking atau jarak antar huruf, dan jarak antar baris.

3. Keterampilan tata letak
Keterampilan tata letak dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyusun elemen atau konten yang ada di dalam sebuah halaman tertentu. Pekerjaan yang berhubungan dengan tata letak sebenarnya tidak hanya mengenai penempatan gambar dan teks tetapi juga perhitungan lainnya.

4. Keterampilan desain interaksi
Seseorang yang ingin belajar desain tentu harus mendalami cara komunikasi menggunakan media visual. Dalam penerapannya, desain grafis akan digunakan supaya pemirsa atau pembaca dapat lebih nyaman dalam melihat suatu halaman.

Kursus Desain Grafis Melalui Codeva

kursus desain grafis

Ada beberapa keuntungan apabila mengikuti kelas kursus desain grafis di Codeva. Keuntungan-keuntungan berikut pastinya tidak akan kita dapatkan apabila belajar desain otodidak.

1. Memperoleh Layanan Seumur Hidup
Seseorang yang mengambil kelas kursus desain grafis di Codeva akan mendapatkan layanan support untuk konsultasi secara gratis. Layanan konsultasi atau support tersebut akan diberikan meskipun peserta telah lulus.

2. Belajar Tidak Terbatas Waktu
Belajar desain di Codeva menjadi sangat menguntungkan bagi siswa yang berdaya tangkap kurang cepat. Hal itu karena tempat kursus desain ini memberi periode kursus yang tidak akan dibatasi waktu, melainkan oleh ukuran kemampuan.

3. Menerapkan Bentuk Kelas Kecil
Meskipun tidak dibatasi waktu, faktanya rata-rata durasi kursus desain grafis di Codeva tergolong sangat cepat. Barangkali, mereka sendiri telah mengambil langkah cerdas hingga berani menjamin pembelajaran yang tidak berbatas waktu. Codeva menerapkan pembelajaran semi private sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif.

4. Menerapkan Jadwal yang Fleksibel bagi Peserta
Codeva menjadi kursus desain grafis Jakarta yang banyak diminati adalah karena cocok bagi seseorang yang sibuk. Peserta dapat bebas menentukan jadwal jam kursus sesuai yang diinginkan. Hal ini menguntungkan, selain karena dapat dilakukan di sela-sela pekerjaan, kita juga dapat memilih waktu-waktu ternyaman dan terefektif untuk belajar.

5. Menerapkan Kurikulum yang Sesuai Industri
Kelas kursus desain grafis di Codeva tidak hanya cocok bagi pelajar atau penghobi, tetapi juga sesuai untuk seseorang yang ingin bekerja di wilayah bidang grafis. Hal tersebut karena materi pembelajaran disesuaikan dengan kualifikasi yang dibutuhkan dunia industri.

6. Kursus Praktik, bukan Teori
Ketika mengikuti kelas kursus desain grafis di Code, peserta hanya diberi sedikit waktu untuk belajar teori. Alokasi waktu dan bobot pembelajaran lebih banyak kepada praktik langsung di software yang ingin dipelajari. Hal ini tentu lebih menguntungkan karena kemampuan yang kita miliki bisa langsung terlihat.

Mengenal Tempat Kursus Desain Codeva

Untuk mengikuti kursus desain grafis di Codeva, kamu bisa membuka website-nya di codeva.co.id. Di laman tersebut kita dapat mencari informasi mengenai materi belajar desain yang ingin ditempuh, sehingga dapat menentukan kelas kursus desain yang tepat.

kursus desain grafis

Meskipun kantor pusatnya berada di Jakarta, namun Codeva sudah memiliki banyak cabang. Tempat kursus desain grafis Jakarta ini ada cabang di beberapa kota besar di Indonesia, yaitu di beberapa alamat berikut ini.

Mega Kuningan
Bellagio Mall LT UG, Mega Kuningan Barat Kav. E4, Jakarta Selatan.
Consultant Hotline/Customer Service: ‎0811 9720 2000/(021) 300 209 42

Kelapa Gading
Jalan Boulevard Timur Blok Nc1 Nomor 32, Kelapa Gading, (seberang Al-Azhar School).
Consultant Hotline/Customer Service: ‎0811 9720 2000/(021) 300 209 42

Serpong
Next To Summarecon Mall Serpong, Jalan Kelapa Gading Selatan Blok Ah 10, Serpong, Tangerang.
Consultant Hotline/Customer Service: ‎0811 9720 2000/(021) 300 209 42

Central Park Tanjung Duren
Podomoro City, Central Park, Garden Shopping Arcade, Jakarta Barat.
Consultant Hotline/Customer Service: ‎0811 9720 2000/(021) 300 209 42

Bandung
Jalan Pajajaran, Bandung, Jawa Barat.
Consultant Hotline/Customer Service: ‎0811 9720 2000/(021) 300 209 42

Surabaya
Plaza Graha Famili Block D (Samping SMA Kristen Petra 1), Jalan Mayjen Yono Suwoyo, Surabaya.
Consultant Hotline: ‎0811 9720 2000

Itulah tadi uraian mengenai belajar desain dan kursus desain grafis. Untuk belajar desain dengan cara mengikuti kelas kursus desain, pastikan untuk mengikuti kelas kursus desain grafis Jakarta atau kota besar lainnya di tempat yang bermutu.

(Visited 11 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *