Pengertian dan Contoh Hard skill

Posted on

Dibanding riwayat pendidikan, hard skill yang dimiliki seseorang dapat menjadi faktor utama perusahaan dalam menerima lamaran kerja. Ada banyak contoh hard skill yang bisa ditunjukkan kepada perusahaan, tetapi yang paling berhubungan dengan job desk adalah yang paling
diperhatikan. Selain hard skill, perusahaan juga akan melihat kemampuan pelamar dari soft skill yang dimiliki. Antara hard skill dan soft skill memiliki perbedaan. Berikut ini pengertian dan contoh hard skill dan soft skill yang telah dirangkum oleh tim, pascal edu.

Pengertian Hard Skill dan Soft Skill

Ketika menulis CV atau data pribadi, keahlian menjadi salah satu bagian penting yang harus dicantumkan. Namun, jenis keahlian apa saja yang perlu kita tuliskan? Oleh sebab itu, kita harus memehami terlebih dahulu pengertian hardskill dan softskill.

Hardskill dapat dipahami sebagai suatu keahlian atau kemampuan yang dapat dipelajari dan kemampuan tersebut dapat dilihat dengan mudah. Berbagai jenis hardskill bisa dipelajari baik melalui pendidikan formal seperti sekolah dan kuliah atau dengan mengikuti program informal lainnya seperti pelatihan.

Sementara itu, softskill adalah suatu keahlian yang asli dalam diri seseorang atau cenderung seperti bakat. Istiah soft skill lebih berkaitan dengan emosional dalam diri seseorang. Hal yang berkaitan dengan soft sklill adalah seperti berinteraksi dengan rekan kerja dan lingkungan di sekitar, mengatur waktu dan memanajemen kerja, hingga kemampuan berkomunikasi yang cakap dan sistematis.

Berbeda dengan hard skill yang bisa diajarkan oleh pihak tertentu, soft skill hanya dapat diasah oleh diri sendiri dan sulit untuk diajari oleh pihak tertentu yang berasal dari luar tubuh. Dengan kata lain, soft skill merupakan watak dan karakter seseorang yang diolah dan dilatih.

Melalui penjelasan tersebut, secara gamblang kita dapat melihat bahwa contoh hard skill bisa dengan mudah terlihat atau dibuktikan melalui ijazah atau sertifikat tertentu. Sementara itu, soft skill hanya bisa dirasakan dari perilaku kerja seseorang.

Berbagai Contoh Hard Skill

Hard skill tertentu akan dimiliki oleh seorang pekerja di bidang tertentu, sehingga pekerja lain tidak memilikinya. Contoh hard skill bisa dengan mudah diukur dan dievaluasi dari berbagai aspek, seperti seberapa baik keahlian, tingkat kefasihan, dan kemahirannya dalam melakukan sesuatu.

Meskipun kita memiliki beberapa contoh hard skill, tetapi cukup cantumkan kemampuan yang sesuai dengan posisi kerja yang akan dilamar. Beberapa contoh hard skill dalam dunia kerja berikut biasa dicantumkan ke dalam resume.

1. Keahlian di Bidang Bahasa

Hardskill di bidang bahasa mencakup kemahiran dan kefasihan kamu dalam menguasai berbagai bahasa baik bahasa nasional, bahasa daerah, maupun bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Jerman, bahasa Korea, dan lain sebagainya.

Kemampuan menguasai bahasa ini bisa kamu pelajari baik secara otodidak maupun melalui pendidikan formal dan informal. Hard skill di bidang bahasa akan sangat berguna nantinya untuk dijadikan pertimbangan saat melamar kerja khususnya di berbagai perusahaan asing.

2. Keahlian Menulis

contoh hard skill menulis

Menjadi penulis tidak hanya terpaku pada penulis buku saja, karena di era digital seperti saat ini profesi menulis menjadi lebih luas dan bisa disesuaikan dengan keahlian masing-masing. Seperti penulis konten website, penulis iklan, penulis script video, penulis novel, penulis cerpen, penulis opini, penulis puisi, dan lain sebagainya.

Selain membutuhkan bakat dan passion, keahlian menulis ini juga bisa kita pelajari melalui membaca banyak literatur, pendidikan, maupun pembiasaan karena sering berlatih. Cohtoh hard skill semacam ini bisanya diminati oleh perusahaan yang sedang menyediakan posisi periklanan.

3. Keahlian Komunikasi Media

Keahlian komunikasi bisa termasuk ke dalam hard skill dan Soft Skill. Keahlian komunikasi hard skill bisa berkaitan dengan bagaimana cara seseorang bekerja untuk mengkomunikasikan sesuatu.

Sebagai contoh teknis komunikasi sebagai wartawan atau pencari berita, PR (Public Relation), orator, penerjemah bahasa (Intepreter), penerjemah data, dan lain sebagainya.

4. Keahlian di Bidang Teknologi

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat keahlian atau hard skill di bidang teknologi semakin banyak dibutuhkan. Tak heran jika banyak program-program jurusan di perkuliahan, sekolah kejuruan, maupun kursus Online dan Offline khusus di bidang teknologi.

Mulai dari teknik industri, teknik komputer, teknik arsitektur, teknik sipil, teknik pangan, teknik desain, dan lain sebagainya.

Masing-masing teknik tersebut memberikan pelajaran khusus untuk berbagai keahlian. Sebagaicontoh teknik komputer biasanya mencakup keahlian untuk mengoperasikan Microsoft Office, Programming, analisa data, Web Design, media sosial, jaringan, perangkat lunak, dan lain
sebagainya.

5. Keahlian Menghitung (Matematika)

Ilmu ini selalu dibutuhkan dan relevan dengan berbagai bidang kehidupan. Mulai dari pendidikan, bisnis, marketing, analisis data, akuntansi, sains fisika, kimia, dan lain sebagainya. Bisa dibilang keahlian ini sangat diperlukan untuk menunjang berbagai jenis bidang pekerjaan.

Kemampuan melakukan perhitungan dan analisa terhadap data numerik akan sangat berguna pagi perusahaan nantinya untuk mengambil keputusan-keputusan penting yang strategis danmenguntungkan untuk perusahaan.

6. Keahlian Mendesain/Menggambar

Di dunia kreatif seperti saat ini, keahlian mendesain atau menggambar semakin banyak diminati. Meskipun banyak yang berpendapat bahwa mendesain dan menggambar adalah keahlian yang bisa didapatkan dari bakat, ternyata keahlian ini juga bisa dipelajari di sekolah formal maupun tempat kursus.

Tidak harus berbakat untuk menjadi seorang desainer, kamu bisa memulainya selama ada minat dan kemauan untuk belajar menggambar. Hard skill di bidang desain pun beragam, bisa dalam hal menggambar ilustrasi, komik dan anime, melukis, mewarnai, mendesain baju, mendesain interior dan eksterior rumah, dan masih banyak lagi.

Selain menggunakan media seperti canvas dan alat tulis lainnya, kamu juga bisa menggunakan aplikasi maupun situs online untuk menuangkan ide kamu dalam mendesain atau menggambar. Bisa dengan menggunakan Adobe Photoshop, Corel Draw, Canva, PicsArt, dan lainnya. Bahkan kamu juga bisa mempelajari hard skill di bidang ini secara otodidak tanpa harus mengikuti pendidikan secara khusus.

Berbagai Contoh Soft Skill

Soft skill memang tidak bisa terlihat secara gamblang dari CV, namun biasanya akan terlihat dan menjadi pertimbangan bagi perusahaan saat tahap interview. Berikut ini beberapa contoh soft skill yang bisa digunakan.

1. Kemampuan Berkomunikasi

Kemampuan berkomunikasi seseorang bisa dilihat dari cara seseorang menjawab pertanyaan saat Interview atau wawancara. Interviewer akan menilai bagaimana kemampuan pelamar kerja yang di-interview saat berkomunikasi dengan pewancara untuk melihat bagaimana kemampuan komunikasi seseorang tersebut jika nantinya berhadapan dengan klien, pelanggan, kolega, atasan, vendor,
maupun partner kerja lainnya.

Kemampuan soft skill dalam kaitan berkomunikasi adalah seperti public speaking, negosiasi, komunikasi persuasif, berempati, kemampuan mendengarkan, hingga komunikasi tertulis yang cepat. Hal-hal tersebut dapat diasah secara secara berkelanjutan dengan cara membangun
kebiasaan.

2. Kepemimpinan (Leadership)

Kemampuan kepemimpinan atau Leadership menjadi sangat penting untuk diasah dan ditunjukkan jika kamu ingin menjadi seorang pemimpin maupun pemilik bisnis suatu perusahaan. Kompetensi ini memang berasal dari bakat dan merupakan atribut personal yang bisa tumbuh dan terus dikembangkan selama diberi ruang.

Dengan soft skill kepemimpinan yang baik, seseorang diharapkan dapat mengatur rencana-rencana strategis perusahaan, manajemen tim, pengambilan keputusan, manajemen konflik, hingga pendelegasian pekerjaan.

3. Mampu Bekerjasama dalam Tim

Baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar sekalipun tentu dibentuk dari sekumpulan orang-orang yang bekerja sama demi tujuan tertentu. Sehingga kemampuan bekerjasama dalam tim yang baik menjadi salah satu soft skill yang sangat penting untuk dimiliki.

Seorang pekerja mungkin bisa bekerja dengan sangat baik ketika sendiri, namun belum tentu saat mengerjakannya dalam tim. Karena seringkali egois dan sifat individualis dalam diri seseorang bisa menutup soft skill untuk bekerjasama dengan baik dalam tim. Perusahaan akan cenderung menghindari orang yang individual dalam bekerja.

Meskipun tidak dibutuhkan latihan atau kursus khusus untuk memiliki soft skill ini, kita tetap perlu mengasahnya dengan melakukan manajemen pada emosi, egoisme, dan sifat-sifat dasar lainnya yang sifatnya individualis. Di era yang modern ini, jaringan pertemanan di media sosial bahkan dapat digunakan untuk menilai hal ini.

Soft skill yang berhubungan dengan kerja tim adalah seperti kemauan berkolaborasi, menerima keberagaman ide, kemauan menerima feedback, empati, kemampuan bersosialisasi, dan lain sebagainya. Selain itu, seorang pekerja harus mau diperintah dan siap memerintah pekerjaan tertentu.

4. Berpikir Kritis

Kemampuan berpikir kritis seseorang akan membantu meningkatkan hard skill yang sangat dibutuhkan dalam pekerjaan. Khususnya untuk bidang pekerjaan yang mewajibkan kamu untuk menganalisa data berdasarkan riset yang dijalankan dalam rangka untuk pengambilan keputusan yang tepat.

Berpikir kritis yang dimaksud tentu kritis dalam artian membangun. Dengan keahlian berpikir kritis, maka beberapa celah yang ada dalam pekerjaan dapat diperbaiki. Selain itu, berpikir kritis juga dapat membuat sebuah pekerjaan yang sulit menjadi lebih mudah karena ditemukan alur pengerjaannya.

Pola kritis yang dimiliki seseorang dapat dilihat dari tingkat kreativitas, fleksibilitas, kemauan untuk mempelajari hal yang baru, tingginya selera artistik, tingginya rasa ingin tahu, pola pikir yang logis, kemampuan untuk mencari solusi atas suatu masalah, dan lain sebagainya.

5. Perilaku (Attitude) yang Baik

contoh attiude baik

Selain keahlian dan kecerdasan kamu dalam menyelesaikan pekerjaan, memiliki perilaku yang baik akan sangat menunjang karir dan pekerjaan kamu. Tidak cukup cerdas dan pintar saja, karena attitude yang baik akan menjadi penilaian tersendiri baik bagi pemilik perusahaan, atasan, partner kerja, hingga bawahan.

Soft skill ini berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam bersosialisasi dan berhubungan dengan orang lain. Aspek perilaku tersebut seperti rasa percaya diri, kooperatif, memiliki antusiasme yang tinggi, jujur, sabar, mampu menjalin hubungan baik dengan rekan kerja, dan lain sebagainya.

Baik hard skill maupun soft skill keduanya sangatlah penting untuk saling berkesinambungan dalam mendukung karir dan pekerjaan kamu. Hard skill yang mahir akan lebih baik jika diimbangi dengan perilaku dan soft skill yang baik. Keahlian-keahlian tersebut bisa dipelajari sekaligus bisa diasah dengan latihan dan pembiasaan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah tadi uraian mengenai pengertian dan contoh hard skill. Untuk dapat menjadi pekerja serba bisa dan lebih mudah diterima oleh perusahaan, jangan terpaku hanya dengan satu hard skill atau soft sklill saja. Pelajari lebih banyak kemampuan supaya dapat menangani berbagai pekerjaan.