cara membuat pitch deck

Ingin Pitching? Ini Dia Tips dan Cara Membuat Pitch Deck

Posted on

Menjelaskan ide di depan investor bisa menjadi hal yang sangat menegangkan. Para founder perusahaan start up pasti pernah mengalaminya.

Tapi sebenarnya kita tidak perlu takut. Dengan pitch deck yang benar, ada banyak investor yang bakalan tertarik untuk bergabung. Asal bisa menjelaskan keuntungan usaha, apa kelebihan produknya serta alasan kuat untuk ikut berinvestasi.

Tapi presentasi bukanlah kunci segalanya. Yang tidak kalah penting, produk yang ditawarkan juga harus istimewa. Apa artinya presentasi memukau tapi produknya tidak berkualitas?

Tapi karena kita butuh investor untuk membiayai perusahaan, mau tidak mau pitch deck harus disusun semaksimal mungkin.

Pitch deck sendiri berupa presentasi singkat yang menjelaskan gambaran bisnis yang kita jalankan. Pitch deck diperlukan saat mengadakan pitching di depan investor.

Dengan pitch deck yang baik, calon investor bisa lebih mengenal bisnis kita, produknya, dan akhirnya tertarik untuk bergabung.

Pitch deck biasa digunakan pendiri atau founder perusahaan rintisan untuk bekerja sama dengan pihak lain. Dan karena waktu untuk menjelaskan terbatas, seharusnya pitch deck dibuat sesingkat mungkin tapi mampu memberi gambaran bisnis secara keseluruhan.

Setidaknya ada 3 poin utama dalam pembuatan pitch deck: jelas dan sederhana, menarik, dan mudah dilakukan.

Tapi kenapa kita harus repot-repot membuat pitch deck? Karena perusahaan kita butuh uang. Ada banyak lho start up yang gagal karena kurangnya anggaran. Dan mendapatkan investor menjadi salah satu cara agar start up yang kita bangun mampu melompat lebih tinggi lagi.

Cara Membuat Pitch Deck Yang Mampu Menarik Investor

cara membuat pitch deck

Setelah tahu apa itu pitch deck, pertanyaan selanjutnya bagaimana membuatnya?

Tidak ada yang menjamin bahwa pitch deck kita pasti diterima investor. Tapi setidaknya ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Nah berikut ini cara membuat pitch deck yang mampu menarik investor.

1. Siapkan 12 sampai 15 slide

Sebagai founder, kita harus tahu semua hal yang berhubungan dengan bisnis yang dijalani. Karena calon investor pasti akan menanyakan sedetail-detailnya.

Tapi bukan berarti kita harus menyiapkan slide presentasi dalam jumlah banyak. Justru terbatasnya waktu membuat kita tidak boleh menampilkan slide yang terlalu panjang.

Investor hanya ingin mengerti garis besar bisnis yang kita tawarkan. Kalaupun harus menyiapkan banyak slide, sebagian hanya kita tampilkan saat ditanyakan investor. Tapi jangan semuanya ditampilkan sebagai slide utama.

2. Cover slide

Pembukaan bisa menjadi kunci suksesnya presentasi. Ini adalah apa yang dikenal di Psikologi sebagai Primary Effect atau efek awalan.

Pembukaan yang menarik membuat audiens makin antusias. Tak hanya itu, suksesnya pembukaan juga memudahkan kita menyampaikan bagian selanjutnya.

Seperti halnya film, bagian awal film tersebut akan menentukan apakah penonton terus lanjut atau berhenti. Tidak heran kalau kekuatan utama presentasi juga ada pada pembukaan.

Cover slide tidak ditampilkan dalam waktu lama, mungkin hanya 30 hingga 60 detik. Tapi kalau waktu yang singkat ini membuat investor terkesima, mereka akan semakin ingin tahu dengan ide kita serta termotivasi untuk bergabung.

Jangan lupa untuk menampilkan identitas perusahaan seperti nama perusahaan serta tagline start up kita. Sampaikan juga apa mimpi besar kita bersama perusahaan ini. Akan makin menarik kalau kita punya mimpi untuk memberi manfaat pada orang banyak.

Baca Juga  Berbagai Faktor Coworking Space Jadi Tempat Ngerjain Tugas di Surabaya

3. Model bisnis

Investor pasti ingin tahu bagaimana bisnis berjalan dan bagaimana perusahaan mendapat untung. Mereka biasanya lebih suka perusahaan yang mendapat keuntungan dari pendapatan aktif (uang masuk langsung dari konsumen) daripada pendapatan pasif (iklan, saham). Jadi jelaskan pendapatan dari bisnis utamanya.

Sebagai bukti bahwa bisnis kita laku di pasaran, tidak ada salahnya menampilkan testimoni konsumen disertai gambar menarik.

4. Nama-nama anggota tim

Siapa saja yang ada di perusahaan rintisan pasti menarik bagi investor. Mereka ingin tahu siapa yang menjadi nahkoda kapal dan bagaimana latar belakangnya.

Karena itu, kita harus menunjukkan founder, orang-orang yang terlibat, serta peran setiap anggota tim. Sebutkan poin-poin mengenai pencapaian yang pernah diperoleh di berbagai bidang.

Kalau ternyata belum berpengalaman dalam bisnis start up, sampaikan alasan yang menunjukkan kita adalah orang yang tepat dalam bisnis ini.

Ceritakan apa saja misi visi perusahaan serta strategi untuk mewujudkannya. Dengan tim yang kuat dan memiliki visi sama, investor akan optimis dengan bisnis yang kita bangun.

cara membuat pitch deck

5. Produk

Bagian ini bertujuan untuk menunjukkan secara singkat deskripsi produk. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan cara pemakaian maupun teknologi yang digunakan. Pastikan juga bahwa produk yang kita jual memiliki keunggulan dan tidak mudah bagi kompetitor untuk meniru.

6. Market yang ingin dimasuki

Setelah menjelaskan model bisnis yang dijalani, kita bisa melanjutkan dengan memberi gambaran peluang pasar. Investor perlu tahu orang-orang yang akan menggunakan produk atau jasa yang kita jual. Bahkan potensi market sangat menentukan keputusan investor untuk masuk atau tidak.

Informasi ini diperlukan agar investor tahu bahwa pasar yang tersedia sangat besar dan kita memerlukan sokongan dana untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Kita bisa menampilkan pertumbuhan pasar di masa lalu dan potensinya di masa depan. Akan lebih bagus kalau semuanya ditunjukkan bentuk data dari sumber terpercaya.

Setelah mengetahui potensi pasar, biasanya investor akan menghitung return of investment (ROI). Biasanya investor suka dengan investasi yang mendatangkan untung 10 kali dalam waktu sekitar 5 tahun.

7. Tingkat persaingan

Lagi-lagi, menampilkan diagram menjadi cara terbaik untuk menunjukkan posisi kita dibanding kompetitor lain. Kita bisa membandingkan modal yang dimiliki perusahaan sejenis serta market share di industri yang kita geluti. Lalu berikan alasan yang membuat perusahaan rinitisan kita berbeda.

Dan jangan sekali-kali mengatakan bahwa perusahaan kita tidak memiliki pesaing. Karena ini menunjukkan produk kita tidak dibutuhkan konsumen.

8. Risiko

Siapapun ingin investasi dengan return yang besar. Tapi namanya juga investasi, pasti tidak lepas dari risiko. Bahkan kita mengenal istilah high risk high return. Kalau kita ingin untung tinggi, biasanya risikonya juga tinggi.

Dan investor harus dijelaskan berbagai risiko yang mungkin terjadi serta apa yang kita lakukan untuk meminimalkan risiko.

Harus dijelaskan juga apa yang kita lakukan kalau perusahaan gulung tikar? Penjelasan risiko ini menunjukkan bahwa kita sudah sangat mengerti sisi positif dan negatif bisnis ini.

Baca Juga  Pilihan Nyaman Bekerja di Coworking Space Surabaya

9. Permasalahan dan solusinya

Permasalahan usaha haruslah dijelaskan dengan bahasa sesederhana mungkin. Dengan begitu, investor akan lebih memahami masalah perusahaan kita. Permasalahan bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi. Yang penting, kita bisa mengurai permasalahan serta menemukan solusi paling tepat.

Bahkan terkadang solusi datang dari calon investor tersebut. Karena bisa jadi mereka pernah mendapati masalah yang sama.

10. Keuangan

Biasanya investor ingin tahu kondisi keuangan perusahaan serta perkiraan biaya dan pendapatan selama beberapa tahun ke depan. Mereka tidak akan banyak bertanya selama perencanaan kita masuk akal.

Setelah menjelaskan itu semua, barulah kita sampaikan seberapa banyak dana yang diharapkan dari investor. Akan lebih elegan kalau kita sampaikan range kebutuhan dana.

Dan agar investor yakin uangnya berada di tangan yang benar, sampaikan juga bagaimana rencana kita mengelola dana tersebut.

11. Rencana di masa depan

Investor pasti ingin tahu rencana start up kita, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Karena itu, kita perlu membuat perencanaan yang matang serta strategi mewujudkannya.

Jelaskan apa saja yang akan kita kita lakukan. Misalnya tentang inovasi produk, bagaimana pemasarannya, siapa saja personel yang akan terlibat di dalamnya, atau rencana ekspansi.

Semakin baik perencanaan dan semakin tinggi target yang ingin dicapai, potensi investor untuk bergabung semakin besar pula.

cara membuat pitch deck

Setelah tahu apa-apa yang harus disiapkan dalam pembuatan pitch deck, ada baiknya untuk tidak melupakan tampilan pitch deck kita. Tampilan tidak kalah penting karena akan menjadikan pitch deck menarik di mata investor. Ingin tahu cara membuat pitch deck lebih menarik? Ini dia beberapa tipsnya:

1. Gunakan data

Seringkali presentasi tidak cukup dengan penjelasan saja. Kalau kita hanya bicara tanpa fakta, sudah pasti audience akan bingung.

Nah pitch deck akan jauh bermakna kalau kita bisa menyampaikan fakta dalam bentuk data. Data, angka, grafik, atau tabel bisa menceritakan tentang bisnis dan pelanggan kita.

Kita bisa mulai dengan data sederhana mengenai penjualan, pendapatan, maupun jumlah konsumen. Data akan membuat investor mendapat gambaran nyata. Selain itu, apa yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami.

Agar data yang ditampilkan tidak sia-sia, kita perlu menyajikannya sesimpel mungkin disertai penjelasan yang baik. Usahakan juga jangan menampilkan terlalu banyak data dalam satu dalam slide.

Hilangkan data-data yang tidak berhubungan dengan konten. Karena ini justru membuat audiens bingung.

2. Langsung ke inti

Menjelaskan pitch deck mirip dengan membuat cerita pendek dibanding novel. Sehingga sebaiknya langsung ke inti dan ringkas. Kita hanya perlu menyampaikan data-data yang ada.

Misalnya saat kita ingin membandingkan kualitas produk kita dibanding kompetitor. Maka kita bisa menggunakan data statistik.

Kita tidak mungkin menjelaskan seperti yang dilakukan para peneliti atau dosen. Selain rumit, audiens bisa tambah pusing.

Baca Juga  Menciptakan Working Space Surabaya Yang Memacu Produktivitas

3. Perhatikan visual

Desain punya peran sangat penting dalam keberhasilan pitch deck kita. Karena itu jangan pernah lupakan tampilan visual. Tampilan pitch deck yang terlihat bagus akan membuat audiens lebih tertarik mendengar penjelasan kita.

Salah satu caranya dengan menggunakan desain slide yang unik tapi tidak terlalu ramai. Desain slide menjadi yang pertama kali dilihat audiens, sehingga harus menarik dan memperkuat pesan kita yang akan disampaikan.

Saat menampilkan gambar, jangan menilai karena tampak paling bagus saja. Tapi gunakan gambar yang memiliki pengaruh dan membantu kita dalam menjelaskan. Selain itu, jaga agar slide tetap sederhana dan ramping.

4. Jujur

Kejujuran selalu diperlukan dimanapun berada. Termasuk dalam penyusunan pitch deck. Kita harus benar-benar transparan dan apa adanya dengan calon investor.

Jangan pernah sekali-kali menyembunyikan kenyataan hanya karena khawatir investor lari. Sepandai-pandainya menyimpan sesuatu, investor akan mengetahuinya juga. Dan kalau mereka sudah ragu dengan kejujuran kita, bisa jadi kita yang harus gigit jari.

5. Sederhana

Data dan penjelasan di slide memang penting. Tapi jangan terlalu banyak memasukkan data dan kata-kata dalam satu slide. Karena bisa membuat audiens kewalahan dan tidak memahami pesan yang ingin disampaikan.

Satu judul dan kalimat dengan maksimal 20 kata sudah sangat cukup. Karena slide bukanlah cerita. Itu hanya panduan atas apa yang kita sampaikan.

Semakin banyak informasi yang ditampilkan di slide, berarti semakin sedikit informasi yang diterima audiens. Karena kalau mereka lebih banyak membaca slide, berarti mereka tidak mendengar apa yang kita sampaikan.

cara membuat pitch deck

6. Gunakan font yang jelas dan mudah terbaca

Investor tidak akan membaca pitch deck kata per kata. Mereka hanya ingin membaca garus besarnya saja. Karena itu, pastikan tulisan di slide bisa terbaca dengan jelas. Jenis huruf dan ukurannya haruslah jelas. Ukuran font yang ideal setidaknya di atas 30.

Sebaliknya, terlalu banyak tulisan dengan font terlalu kecil jelas mengganggu kenyamanan. Daripada menampilkan kalimat dengan font ukuran kecil, ada baiknya menjelaskan lewat gambar. Gambar yang baik bisa memudahkan audiens paham.

7. Libatkan tim dalam presentasi

Investor tidak hanya ingin melihat founder atau CEO start up saja. Tapi mereka juga ingin melihat anggota tim yang bertanggung jawab di lapangan. Sehingga tidak ada salahnya untuk membawa beberapa anggota tim dalam presentasi.

Dengan perusahaan yang terdiri dari pemimpin yang kuat, anggota bertalenta, dan kerjasama yang kuat, investor semakin optimis dengan masa depan perusahaan.

Nah demikian tadi cara membuat pitch deck serta beberapa tips agar pitching kita lebih menarik di hadapan investor. Gimana, sudah siap mengumpulkan modal dari investor? Semoga berhasil.

(Visited 10 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *