bisnis properti

Peluang dan Tips memulai Bisnis Properti Dengan Modal Minim

Posted on

Bisnis Properti – Bisnis di bidang properti memang menjanjikan keuntungan sangat besar. Walau tidak bisa menjual setiap hari, tapi kentungan sekali transaksi bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Nah apakah harus memiliki uang dalam jumlah besar untuk memulai usaha bidang properti? Ternyata tidak.

Ada banyak pelaku usaha properti yang memulai usaha dengan modal sangat minim, bahkan tanpa modal sama sekali. Walau modal uang sangat minim, tapi mereka biasanya memiliki modal lainnya. Misalnya skill meyakinkan pembeli, kepercayaan, kejujuran, serta komunikasi. Nah, jadi modal tidak selalu uang kan?

Makanya jangan heran kalau pelaku bisnis properti datang dari berbagai kalangan. Ada karyawan perusahaan, PNS, Guru, ibu rumah tangga, mahasiswa, dan masih banyak lagi. Karena pada dasarnya, semua orang bisa melakukan bisnis ini.

Jadi meskipun kalian belum berpengalaman sama sekali, jangan ragu untuk mencoba dunia properti. Nah ingin tahu peluang-peluang properti apa saja yang bisa kita jalani? Yuk simak ulasan berikut ini.

1. Makelar atau perantara properti

bisnis properti

Apa kalian pernah mendengar istilah broker independen atau perantara dalam bisnis properti? Istilah keren tersebut sebenarnya nama lain dari makelar. Menjadi makelar adalah cara paling mudah terjun di dunia properti. Seperti namanya, tugas perantara atau makelar adalah mempertemukan penjual dan pembeli.

Dan banyak yang tak sengaja telah menjadi makelar. Misalnya saja membantu menjualkan rumah, tanah milik saudara atau milik teman.

Caranya menjadi mekelar ini sangat simpel, kita hanya perlu mencari properti yang mau dijual. Lalu kita bisa minta izin pada sang pemilik untuk membantu menjualkan. Kalau diperbolehkan, kita bisa segera membuat iklan di internet, koran, medsos, dll.

Beberapa website yang sering digunakan untuk beriklan properti diantaranya olx.co.id, rumahku.com, rumahdijual.com, rumah123.com, dan lain sebagainya.

Komisi makelar sebenarnya tergantung negosiasi awal dengan pemilik peroperti. Tapi biasanya makelar properti akan mendapat komisi sebesar 2,5% dari harga jual.

Misalnya saja kita bisa menjualkan properti seharga 300 juta, maka kita akan mendapat komisi sebesar Rp 7,5 Juta. Lumayan kan? Belum lagi kalau properti yang dijual berharga Miliaran. Maka komisi yang didapatkan mencapai puluhan Juta Rupiah.

Usaha makelar sangat menggiurkan dan aman. Karena kita hanya menyiapkan modal pulsa telpon dan bensin untuk mengantar pembeli survey lokasi.

Dan kalau kita sudah lama bermain sebagai makelar, biasanya tidak terlalu sulit mendapat barang jualan maupun pembeli. Karena kita bisa memanfaatkan pertemanan antar makelar.

2. Agen properti

Tugas agen properti sebenarnya sama dengan makelar mandiri. Hanya saja agen properti biasanya bekerja untuk perusahaan agen properti. Beberapa perusahaan agen properti besar diantaranya Ray White, Centry 21, ERA, dll. Selain perusahaan besar, ada banyak perusahaan kecil sejenis yang tersebar di tiap kota.

Bergabung dengan agen properti resmi biasanya membuat pembeli lebih mudah percaya. Karena perusahaan kita berbadan hukum dan memiliki kantor yang jelas. Sehingga kalau ada apa-apa, sangat mudah melacaknya.

Sebagai marketing, kita juga akan mendapat training yang meningkatkan kompetensi kita sebagai agen profesional. Selain itu, lebih mudah bagi kita mendapat barang dagangan.

Tapi bekerja dengan agen properti ada negatifnya lho. Perusahaan pasti memerlukan dana untuk operasional perusahaan seperti sewa gedung, listrik, dll. Karena itu, fee hasil penjualan akan dibagi antara agen dan perusahaan. Dengan kata lain, kita tidak mendapat fee secara utuh.

Baca Juga  Pilihan Nyaman Bekerja di Coworking Space Surabaya

3. Pengembang

Apakah harus membangun perumahan besar untuk menjadi pengembang atau developer? Ternyata tidak lho. Sekarang ini sudah banyak orang yang berbisnis developer kecil-kecilan. Dengan modal tanah berukuran kecil, kita sudah bisa membangun beberapa rumah.

Bahkan bukan masalah besar kalau kita hanya memiliki sebidang tanah yang hanya cukup untuk satu unit rumah. Kita sudah bisa disebut sebagai developer kok.

Yang paling penting, kita sudah memiliki tanah dengan legalitas jelas. Jangan sampai terjadi masalah di masa depan hanya karena sertifikatnya bermasalah. Dan sebisa mungkin akses menuju ke lokasi mudah dan jalannya cukup lebar. Karena dua hal tadi menjadi pertimbangan utama pembeli dalam mencari properti.

Setelah itu, barulah kita menyusun rancangan perumahan atau kavling yang hendak dibangun. Setelah rancangan atau site plan jadi, kita sudah bisa mempromosikan walau bentuk fisiknya belum ada.

Salah satu trik menyiasati modal terbatas, biasanya pengembang baru membangun kalau sudah menerima DP dari pembeli. Dengan kata lain, DP tersebut digunakan sebagai modal untuk membangun rumah.

Intinya, jangan khawatir dengan modal terbatas. Karena ada banyak strategi menjadi developer. Dan kita bisa memulai dari kecil-kecilan dulu. Setelah dirasa cukup pengalaman dan cukup modal, kita bisa berpikir untuk membangun perumahan yang lebih besar.

4. Sewa homestay atau kos-kosan

Bagi yang ingin mendapatkan tambahan pemasukan, kita bisa mengubah rumah menjadi homestay. Usaha ini ternyata sangat menggiurkan lho. Asal punya rumah di lokasi strategis dan nyaman ditempati, kita sudah bisa menyewakan sebagai homestay.

Dan tidak selalu harus punya rumah berukuran besar, memiliki 2 atau 3 kamar kosong sudah bisa untuk memulai bisnis homestay.

Apalagi sekarang banyak lho wisatawan yang mengincar homestay. Dengan tarif miring, mereka bisa tinggal sepuasnya bersama keluarga. Bandingkan kalau wisatawan harus menyewa hotel, sudah pasti mereka harus merogoh kocek sangat dalam.

Nah keadaan ini bisa kita manfaatkan dengan berbisnis penyewaan homestay. Caranya sangat mudah kok. Kalau fasilitas rumah tersebut sudah lengkap, kita bisa mendaftarkan rumah ke beberapa situs pemesanan seperti booking.com, traveloka.com, atau airyrooms.com.

Dengan terdaftar di situs reservasi, peluang homestay kita dilihat orang menjadi lebih besar. Karena sebagian besar wisatawan menggunakan daftar hunian dalam situs sebagai refefensi.

Lain cerita kalau rumah tersebut “terlalu lugu” dan butuh dipoles. Mau tidak mau kita harus merogoh uang untuk melakukan renovasi. Dan tidak perlu melakukan banyak perubahan berbudget besar. Yang penting rumah kita terlihat lebih rapi dan bersih.

Bagaimanapun juga, konsumen pasti menjadikan bangunan sebagai daya tarik utama. Tapi kalau kita memiliki dana lebih, bisa juga kita mendesain agar homestay memiliki konsep yang unik dan berbeda.

5. Flipper

Flipper menjadi nama lain dari orang yang suka jual beli properti. Maksudnya gini, dia membeli rumah atau tanah untuk kemudian dijual lagi dalam waktu singkat. Walau belum banyak yang melakukan, usaha ini mendatangkan keuntungan sangat besar lho.

Nah agar mendapatkan margin yang lumayan besar, kita harus mencari properti berharga murah atau di bawah standar. Properti berharga murah biasanya bisa didapat di tempat yang belum terlalu ramai. Walau lokasinya tidak terlalu ramai, setidaknya kita bisa memprediksi tempat tersebut akan berkembang di masa depan.

Cara lain mendapat properti murah adalah dengan mencari properti yang pemiliknya sedang butuh uang. Nah begitu tahu dia sedang BU berat, kesempatan bagi kita untuk menawar di bawah pasaran. Jadi kita juga harus survey dulu pasaran harga di tempat tersebut ya.

Lalu apakah butuh dana besar untuk menjadi flipper? Tidak selalu lho. Ada beberapa orang yang dengan beberapa puluh juta saja sudah bisa menjadi flipper.

Salah satu caranya adalah membeli properti dengan sistem pembayaran tunda. Misal harga properti tersebut Rp 300 Juta. Kita bayar dulu termin pertama sebesar 50 Juta, lalu kita minta pembayaran akan dilunasi dalam waktu 1 tahun.

Nah selama waktu 1 tahun tersebut, kita sudah bisa menjual dan mencari pembeli properti tersebut. Lalu dengan uang yang didapat dari pembeli kedua tadi, kita bisa melunasi pembayaran. Memang agar berisiko sih. Tapi bagi yang sudah berpengalaman, urusan seperti bisa tampak sangat mudah lho.

6. Membuat website jual beli properti

Teknologi internet membuat jual beli online semakin naik daun. Bahkan bisa dikatakan tidak ada perusahaan yang tidak memanfaatkan internet untuk berbisnis. Nah tren ini juga menjadi peluang bagi kita untuk bisnis properti. Caranya dengan membuat situs atau blog jual beli properti.

Walau sudah ada situs-situs besar, peluang membuat situs jual beli properti tetap terbuka lebar lho. Agar situs kita dikunjungi banyak orang, caranya dengan memperbanyak konten bermanfaat seputar usaha di bidang properti. Ditambah dengan teknik SEO yang baik, situs kita akan memiliki peringkat tinggi di situs pencarian.

Nah kalau situs berhasil menarik banyak penjual, kita bisa mendapat keuntungan dari fee properti yang terjual. Kita juga bisa menawarkan kontrak eksklusif pada user yang ingin mengiklankan propertinya.

Kontrak eksklusif membuat properti tersebut dilihat lebih banyak orang. Dan karena berbayar, sudah pasti kontrak eksklusif memberi keuntungan sangat besar lho.

Tips memulai bisnis properti

bisnis properti

Wah ternyata peluang usaha properti sangat terbuka ya! Iya dong. Tapi tidak semuanya bisa langsung besar ya. Ada banyak kok kisah sukses usaha properti yang dimulai dari nol kecil. Nah bagi kalian yang ingin memulai terjun di bisnis properti, yuk ikuti beberapa tips berikut ini.

1. Kejujuran sangat penting

Kejujuran menjadi etika umum yang berlaku di semua bidang kehidupan. Dan kejujuran ini harus menjadi landasan utama dalam berbisnis. Jika kita jujur, orang akan mudah percaya.

Orang tidak hanya melihat skill berbicara atau penampilan luar kita, tapi juga integritas dan kejujuran. Kalau kita dikenal sebagai orang yang tidak jujur, maka tidak ada yang mau bekerjasama dengan kita.

Demikian juga dalam terjun di dunia properti, sikap jujur membuat pembeli dan pemilik properti merasa nyaman. Misalnya saja kita sebagai broker atau makelar. Dia harus jujur dan terbuka dengan pemilik properti, sejak awal bekerja sama hingga negosiasi dengan pembeli.

Misalnya saja pemiliki tanah sudah setuju dengan fee 2,5%. Maka sangat tidak etis kalau broker menaikkan harga sendiri, lalu meminta fee dari selisih harga jual dan harga yang telah disepakati.

Kalau dia ingin menaikkan harga sendiri, seharusnya didiskusikan dari awal. Kejujuran seorang broker menyebabkan pemilik properti merasa tidak terzolimi dan menerima sesuai haknya.

Kepada pembeli, broker juga harus memberi informasi apa adanya. Misalnya bagaimana kondisi bangunan yang sebenarnya, apakah lokasinya dekat makam atau sungai, atau status sertifikat properti tersebut. Kejujuran ke pembeli sangat diperlukan, jangan sampai dia kecewa akibat adanya informasi yang disembunyikan.

2. Listing

Ibarat pedagang, listing properti menjadi barang dagangan seorang perantara atau agen. Sehingga wajib hukumnya seorang agen memiliki listing sebanyak-banyaknya. Semakin banyak listing yang dimiliki, maka semakin besar pula peluang terjadi transaksi atau closing.

Dan sebisa mungkin, kita selalu menambah listing setiap hari. Ada banyak cara menambah listing, misalnya mendapat info dari teman, tetangga, atau saudara. Cara lainnya dengan melihat iklan lalu menghubungi nomor yang tertera.

Atau bisa juga dengan jalan-jalan ke komplek perumahan. Kalau ada tulisan “rumah dijual”, barulah kita menghubungi pemiliknya. Agar pemilik rumah tadi mau menggunakan jasa kita, sapa dengan ramah lalu sampaikan tujuan kita untuk menjualkan rumah tersebut.

Dengan komunikasi yang baik, pemilik biasanya bersedia kita bantu. Karena mereka juga diuntungkan dengan properti yang terjual lebih cepat.

3. Rajin update iklan

Mendapat listing saja tidak cukup lho. Tugas kita selanjutnya adalah mengiklankan listing tersebut. Dengan iklan, listing kita akan diketahui calon pembeli. Bagi yang beriklan di situs jual beli online, usahakan selalu mengupdate iklan. Dengan terus diupdate, iklan kita akan muncul di halaman atas.

Karena iklan menjadi media utama berjualan, sudah seharusnya kita memasang iklan semenarik mungkin. Tapi sayangnya banyak perantara yang memasang iklan asal-asalan.

Salah satu cara memasang iklan adalah dengan memberi informasi atau deskripsi properti sejelas-jelasnya. Jangan sampai pembeli menyimpan tanda tanya besar atas properti yang kita iklankan.

Beberapa informasi yang wajib dicantumkan seperti luas tanah, luas bangunan, lebar depan, lebar akses jalan, serta tempat-tempat penting yang ada di sekitar properti tersebut.

Selain itu, penting juga untuk menampilkan foto dengan kualitas terbaik. Karena seringkali visual yang jelas mampu menggaet pembeli. Sebaliknya, tidak banyak pembeli yang tertarik dengan foto yang tampak blur atau beresolusi rendah.

Foto itu penting banget. Selengkap apapun informasi yang diberikan, tidak akan banyak berguna kalau tidak disertai foto yang menarik.

Baca Juga  Meeting Room Surabaya Cocok untuk Milenial Rapat

4. Data pribadi

Satu lagi yang tidak boleh dilupakan pebisnis properti, yaitu biodata pribadi. Kita perlu mencantumkan data pribadi selengkap-lengkapnya. Mulai dari nama lengkap, alamat, nomor telepon, akun medsos, sampai pada aktivitas sehari-hari serta hobi.

Mengapa kita perlu melakukan ini? Seperti pepatah tak kenal maka tak sayang, pembelipun akan merasa lebih nyaman saat berbisnis dengan orang yang biodatanya lengkap. Kelengkapan data pribadi juga menunjukkan bahwa kita adalah agen yang bertanggung jawab.

5. Perbanyak informasi dan ilmu

Kalau kita ingin terjun ke dunia properti, hendaknya paham benar seluk-beluk properti serta istilah yang sering digunakan. Misalnya informasi tentang pajak yang harus ditanggung penjual dan pembeli, berapa lama proses balik nama, maupun berbagai trik mengatasi masalah yang berhubungan dengan legalitas properti.

Pengetahuan bisa menjadi pembeda yang semakin menambah kepercayaan pembeli. Dengan reputasi yang baik, bukan mustahil kita akan direkomendasikan untuk menjualkan atau mencarikan properti lainnya.

Nah semoga ulasan tadi bermanfaat untuk mengenal peluang di bidang properti. Selamat mencoba dan semoga sukses!

(Visited 2 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *