Beasiswa S2 Luar Negeri

Cara Mendapatkan Beasiswa S2 Luar Negeri

Posted on

Beasiswa S2 Luar Negeri – Berbeda dengan beasiswa sarjana, beasiswa S2 Jerman (cara mendapatkan beasiswa S2 luar negeri, beasiswa S2 luar negeri Jerman, tips mendapatkan beasiswa S2 luar negeri, beasiswa S2 luar negeri tanpa syarat IPK) masih mungkin kita temui. Beasiswa tersebut bisa diselenggarakan oleh pemerintah Jerman, pemerintah Indonesia, universitas, atau pun pihak swasta.

Nah, berikut ini adalah beasiswa S2 Jerman (cara mendapatkan beasiswa S2 luar negeri, beasiswa S2 luar negeri Jerman, tips mendapatkan beasiswa S2 luar negeri, beasiswa S2 luar negeri tanpa syarat IPK).

Cara Mendapatkan Beasiswa S2 Luar Negeri Jerma

1. Beasiswa DAAD (Epos)

Beasiswa DAAD adalah beasiswa yang didanai oleh Kementerian Federal Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) Jerman. Beasiswa ini memberi pembiayaan (umumnya) penuh untuk biaya studi dan biaya tinggal.

Jumlah Pendanaan

Selain memberi pembiayaan yang cukup besar, DAAD juga mempersilakan pelamar untuk menerima beasiswa dari pihak lain. Nantinya, pelamar yang lolos akan mendapatkan pembiayaan sebesar 8050 Euro per bulan untuk program master dan 1.200 Euro per bulan untuk program PhD.

Pendanaan dalam beasiswa tersebut sudah mencakup asuransi kesehatan dan kecelakaan. Sementara itu, untuk biaya perjalanan pulang atau berangkat dari negara asal harus ditanggung oleh kita pribadi.

Untuk seseorang yang mengambil program kuliah berbahasa Jerman, DAAD juga akan memberi pendanaan lebih untuk kursus bahasa Jerman. Pelamar yang dinyatakan lolos akan diberi pembiayaan kursus bahasa Jerman stidaknya selama 6 bulan.

Baca Juga :Syarat dan Gaji Kerja di Jerman

Program Kuliah yang Dicakup

Tidak semua program kuliah dicakup oleh beasiswa ini. Beberapa program yang menjadi fokus utama oleh DAAD adalah sebagai berikut.

1. Engineering and Related Sciences
2. Media Studies
3. Economic Sciences / Business Administration / Political Economics
4. Development Cooperation
5. Mathematics
6. Regional and Urban Planning
7. Agriculture and Forest Sciences
8. Natural and Environtmental Sciences
9. Medicine and Public Health
10. Social Sciences, Education and Law

Persyaratan Melamar DAAD

Beasiswa DAAD tidak terlalu memandang IPK, melainkan berfokus pada riwayat karir sebelumnya. Beberapa syarat atau kriteria beasiswa S2 Jerman (cara mendapatkan beasiswa S2 luar negeri, beasiswa S2 luar negeri Jerman, tips mendapatkan beasiswa S2 luar negeri, beasiswa S2 luar negeri tanpa syarat IPK) yang dicari oleh DAAD adalah sebagai berikut.

1. Pernah bekerja pada otoritas publik (pemerintahan), perusahaan negara, atau perusahaan swasta yang terletak di negara berkembang.

2. Memiliki gelar sarjana di area terkait atau hanya diperuntukkan bagi pelamar kuliah linear.

3. Menyelesaikan gelar akademik dengan nilai di atas rata-rata dan memiliki pengalaman kerja profesional pada bidang terkait, sekurang-kurangnya dua tahun.

Baca Juga  Persaingan Mendapatkan Beasiswa ke Jerman

4. Gelar akademik sarjana yang telah diraih tidak ditempuh lebih dari enam tahun.

5. Untuk mahasiswa yang akan mengambil perkuliahan menggunakan bahasa Jerman diwajibkan mengikuti DSH 2 atau TestDaF 4 dengan level minimum A2. Sementara untuk mahasiswa yang mengikuti perkuliahan yang menggunakan bahasa Inggris harus memiliki skor IELTS (Band 6) atau TOEFL PBT 550, CBT 213, dan IBT 80.

Dokumen untuk Aplikasi

Untuk melakukan pendaftaran beasiswa S2 Jerman (cara mendapatkan beasiswa S2 luar negeri, beasiswa S2 luar negeri Jerman, tips mendapatkan beasiswa S2 luar negeri, beasiswa S2 luar negeri tanpa syarat IPK), siapkan dokumen berikut.

1. Formulir aplikasi DAAD, bisa diunduh di (https://www.daad.de/medien/deutschland/stipendien/formulare/forschungsstipendium_en.pdf)

2. CV yang telah ditandatangani, dapat diunduh di (https://goo.gl/PcbCGV)

3. Surat motivasi yang ditandatangani atau resmi. Surat ini merujuk pada pekerjaan yang saat ini sedang dilakukan.

4. Surat rekomendasi dari universitas yang memberikan gelar sarjana, ditandatangani dan dicap resmi tetapi tidak dimasukkan dalam amplop tertutup.

5. Surat rekomendasi dari tempat bekerja/atasan yang relevan dengan jurusan terkait, ditandatangani dan dicap resmi tetapi tidak dimasukkan dalam amplop terutup.

6. Jika ada perjanjian khusus dengan perusahaan, tambahkan surat pengalaman kerja dari atasan dan apabila ada jaminan mempekerjakan lagi setelah nanti menyelesaikan masa studi.

7. Salinan ijazah gelar akademik terakhir (lihat apakah perlu ditranskripkan ke dalam bahasa Inggris).

8. Salinan transkrip nilai pada gelar sarjana (lihat apakah perlu ditranskripkan ke dalam bahasa Inggris).

9. Salinan ijazah SLTA (lihat apakah perlu ditranskripkan ke dalam bahasa Inggris).

Syarat tersebut adalah syarat (cara mendapatkan beasiswa S2 luar negeri, beasiswa S2 luar negeri Jerman, tips mendapatkan beasiswa S2 luar negeri, beasiswa S2 luar negeri tanpa syarat IPK) umum. Beberapa program perkuliahan bisa saja mengharuskan atau meminta dokumen tambahan.

Untuk mendapatkan syarat khusus yang lebih detil, silakan merujuk pada

(https://www.daad.de/medien/der-daad/unsere-aufgaben/entwicklungszusammenarbeit/pdfs/daad__epos_broschuere_2019_final.pdf)

2. Beasiswa Reguler S2 LPDP

Beasiswa LPDP adalah beasiswa S2 (cara mendapatkan beasiswa S2 luar negeri, beasiswa S2 luar negeri Jerman, tips mendapatkan beasiswa S2 luar negeri, beasiswa S2 luar negeri tanpa syarat IPK) yang paling terkenal di Indonesia.

Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah di universitas yang menjadi mitra kerja sama, yang tersebar di seluruh negara. Pembiayaannya meliputi seluruh kebutuhan mahasiswa, mulai dari biaya studi hingga biaya hidup.

Beasiswa LPDP merupakan beasiswa prestasi, sehingga pelamar harus memiliki kemampuan akademik yang baik. Meskipun begitu, kita tidak harus memiliki nilai IPK yang tinggi. Cukup memiliki IPK di atas 3, maka kemungkinan lolos seleksi sudah cukup tinggi.

Baca Juga  Mempersiapkan Diri Masuk ke Program Ausbildung Di Jerman

Berbeda dengan beasiswa DAAD, beasiswa LPDP tidak mewajibkan pelamar harus mengambil program linear. Kita diperbolehkan berpindah jurusan selama itu masih satu rumpun atau sesuai dengan ketentuan universitas yang menyelenggarakan.

Beasiswa S2 Luar Negeri

Persyaratan Mendaftar LPDP

Berikut ini persyaratan umum  mendaftar LPDP.

1. Sah sebagai Warga Negara Republik Indonesia.

2. Sudah menyelesaikan studi program sarjana (S1) ketika mengajukan lamaran.

3. Tidak sedang menempuh studi degree atau non degree program magister.

4. Melampirkan surat izin dari unit yang membidangi bagi yang sedang bekerja.

5. Melampirkan surat keterangan sehat yang masih berlaku.

6. Melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan kerja, tokoh, atau pakar di bidangnya (format disediakan).

7. Memilih program studi dan perguruan tinggi yang bekerja sama dengan LPDP.

8. Memiliki nilai IPK sesuai dengan yang telah ditetapkan pada persyaratan khusus.

9. Memenuhi persyaratan bahasa, kecuali pendaftar yang menyelesaikan studi dari perguruan tinggi luar negeri dengan bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

10. Melampirkan rencana studi berdasarkan silabus/kurikulum program studi yang akan ditempuh.

11. Menulis proposal studi.

12. Apabila sudah mendaftar ke universitas yang diinginkan dan telah mendapat pengumuman penerimaan, dapat menyertakan surat tanda penerimaan universitas tersebut.

Berikut ini adalah persyaratan khusus mendaftar LPDP.

1. Menandatangani surat pernyataan (format tersedia).

2. Berusia paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun per 31 Desember tahun tersebut.

3. Memiliki nilai IPK yang sesuai dengan ketentuan: BPI Reguler (3,00).

4. Mempunyai sertifikat kemampuan bahasa Inggris oleh ETS atau IELTS atau TOAFL) dengan ketentuan: – Program magister dalam negeri (TOEFL ITP® 500, TOEFL iBT 61, IELTS 6,0, TOEIC® 630, atau TOAFL 500). – Program magister luar negeri (TOEFL iBT® 80; IELTS™ 6,5; TOEIC® 800; atau TOAFL 550)

5. Wajib menyelesaikan masa studi paling lama 24 (dua puluh empat) bulan. Apabila mahasiswa menyelesaiakannya lebih dari waktu ini, maka harus membuat laporan dan siap dengan keputusan yang akan diberikan LPDP.

Konon, penerima beasiswa ini juga bergantung pada keberuntungan. Jika di sebuah negara hanya kita yang mengajukan lamaran, maka kemungkinan lolosnya menjadi lebih tinggi.

Itulah tadi uraian mengenai beasiswa luar negeri. Umumnya, beasiswa mana pun akan lebih menyukai mahasiswa yang memiliki penelitian.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *