Prinsip dan Contoh Seni Rupa

Posted on

Contoh Seni Rupa – Elemen dan prinsip seni (prinsip seni rupa, contoh seni rupa, prinsip prinsip seni rupa) adalah dasar dari pembicaraan mengenai seni. Elemen-elemen seni (prinsip seni rupa, contoh seni rupa, prinsip prinsip seni rupa) merupakan alat visual yang digunakan seniman untuk membuat komposisi.

Prinsip-prinsip seni akan mewakili bagaimana seniman menggunakan unsur-unsur seni untuk menciptakan efek dan untuk membantu menyampaikan maksud utama dari seorang seniman melalui karyanya.

Kegunaan Prinsip Seni

Berapa prinsip-prinsip seni dan desain yang kini disepakati atau diketahui adalah keseimbangan, kontras, penekanan, gerakan, pola, ritme, dan kesatuan / variasi. Beberapa sebutan barangkali akan berbeda, tetapi secara prinsip kerja tetap sama.

Penggunaan prinsip (prinsip seni rupa, contoh seni rupa, prinsip prinsip seni rupa) ini dapat membantu menentukan apakah sebuah karya seni dapat dikatakan berhasil, dan apakah karya seni tersebut selesai atau tidak.

Secara umum dapat dipahami bahwa sebuah karya seni dapat dikatakan sukses apabila memiliki beberapa unsur-unsur yang menyatakan kontras dan penekanan; seimbang secara visual; dan menggerakkan mata pemirsa di sekitar komposisi.

Dengan demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa satu prinsip seni rupa dapat mempengaruhi efek dan dampak prinsip seni rupa lainnya.

Penggunaan Prinsip adalah Hak Seniman

Seorang seniman dapat memutuskan prinsip-prinsip seni apa saja yang ingin ia gunakan dalam karyanya. Artinya bisa daja seorang seniman tidak menggunakan semua prinsip desain dalam satu karyanya.

Lagipula, prinsip-prinsip itu saling terkait dan penggunaan satu akan sering bergantung pada yang lain. Misalnya, saat menerapkan prinsip penekanan, seorang artis akan memanfaatkan prinsip kontras. Cara ini bisa berlaku pada satu prinsip dengan prinsip lainnya.

Tujuh Prinsip Seni

Setidaknya ada 7 prinsip seni (prinsip seni rupa, contoh seni rupa, prinsip prinsip seni rupa) yang hingga kini masih digunakan. Berikut ini adalah masing-masing prinsip seni dan penjelasan singkatnya.

1. Balance

Keseimbangan akan mengacu pada bobot komposisi unsur-unsur visual. Hasil dari penerapan prinsip ini adalah perasaan bahwa lukisan itu terasa stabil dan “terasa benar.” Pada kegagalan prinsip ini, ketidakseimbangan akan menyebabkan perasaan tidak nyaman pada pemirsa.

Prinsip (prinsip seni rupa, contoh seni rupa, prinsip prinsip seni rupa) ini dapat dicapai dengan 3 cara berbeda, yaitu sebagai berikut:

1. Symmetry, yaitu di mana kedua sisi komposisi memiliki elemen yang sama dalam posisi yang sama. Contonya adalah seperti pada gambar cermin atau kedua sisi wajah.

Baca Juga  Bahaya Photoshop Portable CS4

2. Asymmetry, yaitu di mana komposisi seimbang karena kontras dari setiap unsur seni. Misalnya, lingkaran besar di satu sisi komposisi yang diseimbangkan dengan kotak kecil di sisi lain.

3. Radial symmetry, yaitu di mana elemen berjarak sama rata di sekitar titik pusat, seperti yang dapat kita lihat pada jari-jari pada ban sepeda.

2. Contrast

Kontras adalah perbedaan antara unsur-unsur seni dalam suatu komposisi, sehingga masing-masing unsur dapat terlihat lebih kuat dibandingkan dengan yang lain. Keberhasilan dari penerapan prinsip ini adalah ketika ditempatkan di samping satu sama lain, elemen kontras membuat pemirsa memberikan perhatian.

Apabila dipetakan, maka area kontras yang sebenarnya berada di antara tempat pertama yang menarik perhatian pemirsa. Hal itu dapat dicapai dengan cara menyandingkan setiap elemen seni.

Ruang negatif / positif adalah contoh kontras yang mudah disaksikan. Selain itu, warna komplementer yang ditempatkan berdampingan dan notan adalah contoh kontras yang sering ditemui.

3. Emphasis

Tekanan adalah prinsip yang dijalankan ketika artis menciptakan area komposisi yang dominan secara visual dan mengarahkan perhatian pemirsa tertuju ke sana. Prinsip ini sering dicapai dengan menjalankan prinsip kontras.

4. Movement

Prinsip pergerakan adalah sebuah prinsip yang hasilnya membuat perhatian pemirsa seolah-olah sedang menyaksikan sesuatu yang bergerak, atau memaksa mereka seperti mengikuti alur gerakan.

Perasaan bergerak pemirsa dapat diciptakan oleh seniman melalui garis-garis diagonal atau melengkung (baik nyata atau tersirat) oleh tepi, oleh ilusi ruang, oleh pengulangan, dan oleh pembuatan tanda yang energik.

5. Pattern

Pola merupakan pengulangan seragam dari setiap elemen seni atau kombinasi dari semuanya. Apa pun bisa diubah menjadi pola melalui pengulangan. Beberapa pola klasik yang masih terus eksis adalah seperti spiral, grid, tenun, dan lainnya.

Salah satu praktik menggambar populer yang memanfaatkan pattern ini adalah Zentangles. Dalam karya tersebut, garis besar abstrak atau representasional dibagi ke dalam area yang berbeda, yang masing-masing berisi pola unik.

6. Rhythm

Irama adalah prinsip yang terjadi atau diciptakan berdasarkan gerakan yang tersirat melalui pengulangan unsur-unsur seni dengan cara yang tidak seragam tetapi terorganisir. Prinsip ini terkait dengan irama dalam musik.

Berbeda seperti pola yang menuntut konsistensi, ritme justru bergantung pada variasi namun tetap memperhitungkan bentuk utamanya.

Baca Juga  Cara Menghapus File dan Aplikasi di Laptop

7. Unity/Variety

Dalam sebuah karya seni, terlalu banyak kesatuan akan menciptakan kesan yang monoton. Sementara itu, terlalu banyak variasi justru akan menciptakan kekacauan. Oleh karena itu, kita akan membutuhkan keduanya.

Penggunaan prinsip ini secara tepat adalah membuat komposisi yang memungkinkan mata pemirsa supaya tidak terlalu capai dan juga tidak terlalu mengabaikan.

Contoh Seni Rupa

Ada beberapa contoh seni rupa (prinsip seni rupa, contoh seni rupa, prinsip prinsip seni rupa) yang berkembang dan dikelompokkan menjadi setidaknya 9 macam. Berikut ini adalah beberapa jenis contoh seni rupa.

1. Seni lukis, yaitu seni yang cara pembuatan lukisannya dengan menggunakan cat dan kuas atau dengan alat-alat lain yang di tuangkan kedalam kanvas, papan, kertas, dan lainnya sebagai media.

2. Seni grafis, yaitu seni yang dalam proses pembuatannya melalui teknik cetak dan biasanya dilakukan di atas kertas. Cetakan bisa berupa besi, kayu, hingga kulit.

3. Seni patung, yaitu seni tiga dimensi yang dibuat dengan cara dipahat, dicetak, dan modeling.

4. Seni instalasi, yaitu seni yang menyatukan, memasang, mengkonstruksi benda-benda sehingga membentuk sesuatu yang bermakna.

5. Seni pertunjukan, yaitu seni yang umumnya melibatkan unsur waktu, tubuh seniman, hubungan dengan penonton, dan ruang.

6. Seni keramik, yaitu seni yang mengolah material keramik untuk menciptakan karya seni yang bersifat tradisional sampai yang bersifat kontemporer.

7. Seni film, yaitu bentuk seni yang menciptakan gambar hidup menggunakan kamera atau animasi, baik dihasilkan dari rekaman aktor yang berperan atau benda yang bergerak.

8. Seni koreografi, yaitu seni yang merancang struktur gerakan sehingga menjadi suatu pola gerakan-gerakan yang menarik.

9. Seni fotografi, yaitu seni yang cara prosesnya menggunakan alat penangkap cahaya. Hasilnya adalah rekaman gambar dalam bentuk kertas khusus atau plastik film.

Itulah tadi beberapa prinsip seni (prinsip seni rupa, contoh seni rupa, prinsip prinsip seni rupa). Memahami prinsip-prinsip seni tersebut akan membuat kita lebih mudah dalam melakukan aktifitas karya seni.

(Visited 6 times, 1 visits today)

Halo. Selamat datang di pascal-edu.com. Terimakasih telah membaca tulisanku ya, semoga bermanfaat ^^

Halo. Selamat datang di pascal-edu.com. Terimakasih telah membaca tulisanku ya, semoga bermanfaat ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *