Apa Itu E Commerce dan Sejarahnya

Posted on

Apa itu e commerce – E-commerce atau electronic commerce (perdagangan elektronik) adalah aktivitas pembelian atau penjualan produk secara elektronik. Cara kerjanya terjadi melalui Internet. Umumnya, e-commerce modern menggunakan www, meskipun dapat menggunakan teknologi lain seperti email.

Apa itu e commerce dapat dipahami sebagai perdagangan elektronik yang mengacu pada teknologi. Misalnya, perdagangan seluler, transfer dana elektronik, pemasaran online, pemrosesan transaksi online, pertukaran data elektronik (EDI), dan sistem pengumpulan data otomatis.

Transaksi e-commerce yang biasa dilakukan adalah seperti pembelian musik dari iTunes Store, pembelian buku online dari Amazon, dan membeli baju dari Tokopedia. Yang termasuk apa itu e commerce adalah seperti ritel online, pasar elektronik, dan lelang online.

Beberapa aplikasi umum yang terkait dengan perdagangan elektronik atau apa itu e commerce adalah:

1. E-commerce B2B (bisnis-ke-bisnis)
2. E-commerce B2C (bisnis-ke-konsumen)
3. Consumer-to-Consumer (C2C)
4. Consumer-to-Business (C2B)
5. Business-to-Administration (B2A)
6. Consumer-to-Administration (C2A)
7. Online-to-Offline (O2O)
8. Conversational commerce: e-commerce melalui obrolan
9. Dompet Digital
10. Document automation in supply chain and logistics
11. Tiket elektronik
12. Manajemen konten perusahaan
13. Group buying
14. Pesan singkat
15. Internet security
16. Newsgroups
17. Lelang online
18. Online banking
19. Online office suites
20. Belanja online dan pelacakan pesanan
21. Pemrosesan transaksi online
22. Pretail
23. Print on demand
24. Perangkat lunak keranjang belanja
25. Jaringan sosial
26. Teleconferencing
27. Asisten virtual (kecerdasan buatan)
28. Sistem pembayaran domestik dan internasional

Dampak E-commerce pada Ritel Tradisional

E-commerce telah disebut sebagai kekuatan utama bagi kegagalan pengecer besar AS, yang sering disebut sebagai “kiamat ritel.” Munculnya berbagai gerai e-commerce telah mempersulit penjual tradisional untuk menarik pelanggan dan memaksa untuk mengubah strategi penjualan.

Baca Juga  Kursus Web Master Serpong

Hal ini sebenarnya juga berpengaruh pada pedagang tradisional di Indonesia. Sebagai pengguna internet terbesar di dunia, Indonesia sangat berpotensi mendapat dampak negatif e-commerce pada perdagangan tradisional.

Akan tetapi, kolaborasi antara pedagang tradisional dan e-commerce membuat dampak negatif e-commerce tidak mutlak didapat.

Sejarah Perkembangan E-Commerce

Apa itu e commerce memiliki sejarah panjang. Ada beberapa perkembangan yang tidak tercatat. Bahkan, hingga kini ada banyak e-commerce yang terselubung alias ilegal di dalam internet. Namun, secara umum, jejak apa itu e commerce dapat diketahui (dan melalui www) adalah sebagai berikut.

1971 – 1972: ARPANET digunakan untuk mengatur penjualan ganja antara siswa di Stanford Artificial Intelligence Laboratory dan Massachusetts Institute of Technology.

1972: Mohamed M. Atalla mengajukan paten untuk sistem transaksi aman melalui jaringan telekomunikasi, menggunakan teknik enkripsi untuk memastikan keamanan hubungan telepon.

1976: Atalla Technovation dan Bunker Ramo Corporation memperkenalkan pemrosesan transaksi online yang aman, yang saat itu hanya ditujukan untuk lembaga keuangan.

1979: Michael Aldrich mendemonstrasikan sistem belanja online pertama yang ada di dunia.

1981: Thomson Holidays UK adalah sistem belanja online business-to-business (B2B) pertama yang diinstal.

1982: Minitel diperkenalkan secara nasional di Perancis oleh France Télécom dan digunakan untuk pemesanan online.

1984: Gateshead SIS / Tesco adalah sistem belanja online B2C pertama.

1984: CompuServe meluncurkan Electronic Mall di AS dan Kanada.

1989: Sequoia Data Corp Memperkenalkan Compumarket, sistem berbasis internet pertama untuk e-commerce.

1990: Tim Berners-Lee menulis browser web pertama, WorldWideWeb, menggunakan komputer NeXT.

1992: www.books.com yang menjual buku secara online dengan pemrosesan kartu kredit.

1993: Paget Press mengeluarkan edisi No.3 dari toko aplikasi pertama, The Electronic AppWrapper.

Baca Juga  Aplikasi Edit Video Youtubers Ringan

1994: Netscape 1.0 diperkenalkan pada akhir 1994 dengan enkripsi SSL yang membuat transaksi aman.

1994: “Ten Summoner’s Tales” oleh Sting menjadi pembelian online aman pertama melalui NetMarket.

1995: Yayasan Ilmu Pengetahuan Nasional AS mencabut larangan ketat terhadap perusahaan komersial di Internet.

1995: Amazon.com diluncurkan untuk pertama kalinya oleh Jeff Bezos.

1995: eBay, sebagai sistem lelang online, didirikan oleh programmer komputer Pierre Omidyar sebagai AuctionWeb.

1998: Prangko pos elektronik dapat dibeli dan diunduh untuk dicetak dari Web.

1999: Grup Alibaba didirikan di Cina dan kemudian menjadi apa itu e commerce paling berpengaruh.

2002: Situs lelang eBay mengakuisisi PayPal, dompet digital populer, sebesar $ 1,5 miliar.

2004: DHgate.com untuk pertama kalinya didirikan, platform transaksi B2B online pertama Cina.

2015: Amazon.com menyumbang lebih dari setengah dari semua pertumbuhan e-commerce, menjual hampir 500 Juta SKU di AS.

2017: Penjualan e-commerce ritel di seluruh dunia mencapai $ 2,304 triliun, yang merupakan peningkatan sebesar 24,8 persen dari tahun sebelumnya.

2017: Transaksi e-commerce global menghasilkan $ 29,267 triliun, termasuk $ 25,516 triliun untuk transaksi business-to-business (B2B), dan $ 3,851 triliun untuk penjualan business-to-consumer (B2C).

Itulah tadi uraian mengenai apa itu e commerce dan perkembangannya dari tahun ke tahun. Kini, e-commerce semakin luas. Selain menjual produk, apa itu e commerce juga merambah pada jasa dan penjualan barang tak nyata.

(Visited 12 times, 1 visits today)

Halo. Selamat datang di pascal-edu.com. Terimakasih telah membaca tulisanku ya, semoga bermanfaat ^^

Halo. Selamat datang di pascal-edu.com. Terimakasih telah membaca tulisanku ya, semoga bermanfaat ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *